yak
mimin datang lagi ni setelah sekian lama ga ngepost, kali ini mimin
bakal share yang namanya, perbedaan pemimpin dengan manajer. bagi yang
penasaran silahakan di simak ya :)
Perbedaan Pemimpin
Dan Manajer
Pengertian :
Pemimpin :
Seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
Manajer :
Seseorang yang
tanggungjawab utamanya adalah menjalankan proses atau fungsi manajemen.
Haruslah dapat membuat perencanaan serta mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, serta melakukan fungsi pengawasan terhadap manusia/pekerja, keuangan, aset fisik, serta informasi.
Dalam pelaksanaan kegiatannya, seorang manajer harus dapat mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama dengan banyak orang (staf).
Haruslah dapat membuat perencanaan serta mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, serta melakukan fungsi pengawasan terhadap manusia/pekerja, keuangan, aset fisik, serta informasi.
Dalam pelaksanaan kegiatannya, seorang manajer harus dapat mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama dengan banyak orang (staf).
nah dari definisi di atas kita tau bahwa Pemimpin dan manager itu sama tugasnya ya itu MEMIMPIN. tapi apa sih yang membuatnya berbeda? simak ini .
Tugas Seorang Pemimpin :
Menurut James A.F
Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.
2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas):
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,
mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung
jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.
3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan
dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan
prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-
tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara
efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
5. Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
1. Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.
Kriteria Seorang Pemimpin
Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria,yaitu :
1. Pengaruh : Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan
sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang
pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata:
Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady
Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.
2. Kekuasaan/power : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia
memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa
kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang
mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini
menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu
mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat
simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
3. Wewenang : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada
pemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan.
Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang
pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung
jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.
4. Pengikut : Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.
Tugas Seorang Manajer :
Tugas dari seorang
manajer, yaitu pekerjaan orang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam kegiatan
manajemen.
Menurut Atmosudirdjo
(1975) adalah:
a.
Menentukan segala apa yang harus dicapai
atau diselesaikan (the
setting of objectives)
b.
Memimpin segala aktivitas dan segala
sesuatunya untuk menyeleng-garakan pencapaiannya (leading the
activities towards accomplish-ments), dan
c.
Membuat segala sesuatunya tercapai sesuai
dengan apa yang telah ditentukan sebelumnya (securing results
according to predetermind objectives standards).
Secara singkat tugas manajer adalah
1) menentukan tujuan
dan standar,
2) memimpin
penyelengaraan, dan
3) mengamankan hasil
sesuai dengan tujuan dan standar.
Pendapat lain yaitu
Drucher dalam Wursanto (opcit) mengemukakan lima bagian pekerjaan pokok
manajer, yaitu:
a.
Menetapkan sasaran. Ia menentukan:
-
apa yang akan dijadikan sasaran
-
apa tujuan seharusnya dalam tiap-tiap
bidang sasaran
-
apa yang harus dilakukan dan
-
mengadakan sasaran efektif
b.
Mengorganisasi
-
Menganalisis kegiatan, putusan dan
hubungan yang diperlukan
-
Menggolong-golongkan pekerjaan
-
Membagi pekerjaan
-
Memecah-mecah kegiatan mengenai
tugas-tugas yang dapat dimanajemeni
-
Mengelompokkan unit dan tugas dalam
struktur organisasi
-
Memiliki orang untuk memanajemeni unit dan
melakukan tugas yang harus dikerjakan
c.
Memberi motivasi dan berkomunikasi
-
Membentuk tim yang terdiri dari orang
yang bertanggun jawab untuk berbagai tugas
d.
Pengukuran
- Manajer menentukan ukuran dan beberapa factor yang baik untuk
karya perusahaan atau untuk setiap orang yang ada dalam perusahaan
e.
Mengembangkan orang termasuk dirinya.
Selain dari dua
pendapat tersebut diatas, juga yang menjadi tugas manajer, yaitu menjalankan
fungsi-fungsi manajemen. Fungsi-fungsi mana-jemen tersebut oleh para pakar
tentang klasifikasi dan terminologinya belum terdapat kesepakatan sebagaimana
dijelaskan pada bab sebelumnya. Namun jika dianalisis dapat disimpulkan bahwa
fungsi-fungsi manajemen itu meliputi: Planning, organizing,
actuating, and controlling.
yak semua sekian
pembahasan Artikel Pemimpin VS Manajer. sampai ketemu di Artikel selanjutnya
:v, ja Matane :)
Tidak ada komentar:
Write komentar